<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-85927478594049325</id><updated>2011-04-21T20:43:00.141-07:00</updated><title type='text'>andromeda nebula</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://nebula-andromeda.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/85927478594049325/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nebula-andromeda.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>impossible'a world</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17675870529827124074</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_F9aH0woDyVw/Segp6j30JKI/AAAAAAAAAA0/6rHVbUnjTCU/S220/DSC00161.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>14</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-85927478594049325.post-617065281848887353</id><published>2009-04-05T02:38:00.000-07:00</published><updated>2009-04-05T02:44:30.563-07:00</updated><title type='text'>UPDATE time!!</title><content type='html'>Wah, sepertinya saya sudah cukup lama tidak meng-update blog saya ini. Hehehe. Yeah, apa boleh buat, ada banyak kendala yang memungkinkan saya untuk tidak membuka blog saya ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu, saya sedang dilanda WB, dan DB di sepanjang maret. Dua, spidi yang minta dihajar membuat saya berpikir dua kali untuk pergi ke warnet. Tiga, saya sempet lupa dengan passnya. :D &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OK. Sekarang, dengan posting saya ini, saya nyatakan kalau, SAYA TELAH MENG-UPDATE BLOG INI. &lt;br /&gt;*dugdugdug, ketok palu*&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/85927478594049325-617065281848887353?l=nebula-andromeda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nebula-andromeda.blogspot.com/feeds/617065281848887353/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nebula-andromeda.blogspot.com/2009/04/update-time.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/85927478594049325/posts/default/617065281848887353'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/85927478594049325/posts/default/617065281848887353'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nebula-andromeda.blogspot.com/2009/04/update-time.html' title='UPDATE time!!'/><author><name>impossible'a world</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17675870529827124074</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_F9aH0woDyVw/Segp6j30JKI/AAAAAAAAAA0/6rHVbUnjTCU/S220/DSC00161.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-85927478594049325.post-2790422391779862183</id><published>2009-02-25T20:10:00.000-08:00</published><updated>2009-02-25T20:20:43.972-08:00</updated><title type='text'>essai herbologi 1st grade..</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Aconite&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;termasuk kedalam famili Ranunculaceae yang biasanya tumbuh dipegunungan Eropa, Rusia, dan Asia Tengah. Nama lain dari aconite adalah monkshood; wolfsbane; blue rocket; atau friar’s cap. Tanaman ini bisa dimanfaatkan dalam pengobatan Homoeopathic yang dilakukan oleh muggle, tanaman ini diindikasikan untuk: takut yang tidak beralasan; terpapar udara dingin dan kering, penyakit akut yang tiba-tiba dan hebat, kurang istirahat, restlessness, kebas dan menggelenyar tingling. Tanaman ini memiliki kadar racun yang cukup tinggi sehigga saat memetiknya perlu mengenakan sarung tangan naga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Racun yang diekstrak dari tanaman ini bahkan sanggup membunuh serigala jadi-jadian dan menjadi bahan utama dalam Ramuan Wolfsbane. Aconite memerlukan pengolahan yang hati-hati agar penyihir yang hendak memanfaatkannya ke dalam ramuan tidak malah terkena racunnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Echinaceae&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;tanaman Echinaceae purpurea yang berasal dari Amerika Utara yang digunakan oleh orang Indian untuk menurunkan demam dan gangguan saluran pernapasan dikenal sebagai immune tonic. Komponen aktifnya adalah Echinacin yaitu suatu polysaccharide dan Cichoric acid suatu Glycosida. Dari hasil penelitian lebih dari 200 peneliti, ekstrak Echinaceae memiliki daya immunostimulan seperti ekstrak Andrographis yang meningkatkan kerja sel darah putih dengan menghambat kerusakan dinding sel, sehingga zat beracun tidak mudah menembus dinding sel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Echinaceae dikenal paling efektif memerangi segala jenis infeksi dan bermanfaat untuk :&lt;br /&gt;-Meningkatkan daya tahan tubuh sehingga tidak mudah terserang penyakit.&lt;br /&gt;-Menjaga tubuh tetap segar dan bugar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Eucalyptus&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Eukaliptus, merupakan tanaman yang berasal dari Australia dan dapat ditemukan di belahan dunia selatan seperti Filipina, Indonesia, dan Papua Nugini. Meskipun Eukaliptus adalah termasuk tanaman yang selalu hijau tiap tahunnya, tetapi tidak ditemukan di suatu belahan dunia mana pun komunitas yang begitu lebat dan subur selain di Benua Australia. Tanaman ini telah beradaptasi dengan iklim di Australia sehingga Eukaliptus asal Australia-lah yang paling bermutu baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eukaliptus berguna untuk pewangi dan pembersih untuk karpet-karpet bau apek. Tinggal disemprotkan dan kau pasti bisa segera menjamu tamu. Tanaman ini juga berguna untuk makanan binatang yang terkenal di kalangan para Muggle, koala. Koala memang binatang khas Australia, tidak heran mereka sangat gemuk-gemuk dengan Eukaliptus yang tumbuh dengan baik di benua itu. Eukaliptus juga berguna untuk bahan furnitur mini, meskipun tidak begitu kuat. Dan berguna juga untuk membuat minyak essens untuk disinfektan.&lt;br /&gt;Nektar dari daun Eukaliptus berguna untuk menghasilkan madu monofloral berkualitas tinggi. Kayu Eukaliptus juga dapat digunakan sebagai hiasan rumah di dalam maupun di luar, timer, kayu bakar, dan kayu pulp.&lt;br /&gt;Minyak Eukaliptus yang telah didistilasi kukus dari daunnya, bahkan dapat digunakan sebagai suplemen makanan (dalam jumlah yang sedikit tentunya). Minyak eukaliptus juga memiki sifat menolak serangga, dan telah digunakan sebagai bahan dari penolak nyamuk komersial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi tanaman ini sangat mudah terbakar. Dalam cuaca panas, tanaman ini dengan mudah terpanggang sinar matahari dan terbakar. Dan apinya dengan mudah menyebar. beberapa jenis pohon Eukaliptus juga diketahui dapat meledak. Namun, di dalam cuaca panas itu pula, minyak Eukaliptus yang menguap dapat memberi kesan kabut biru.&lt;br /&gt;Namun dilarang keras melahap Eukaliptus mentah-mentah. Karena zat di dalam kayu ini beracun. Hanya koala dan beberapa serangga yang dapat menetralisirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kacang Saphophorus &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Secara fisik, kacang Sophophorus berupa tanaman polong yang melilit pancang setinggi 40 cm, dengan daun yang mengumpul tiga-tiga berbentuk kurus, keriting dan panjang, dan polong gemuk sepanjang masing-masing sepuluh cm, tergantung berkumpul tiga-tiga. Dalam ramuan, bagian yang digunakan adalah kacangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kacang Sopophorus adalah salah satu elemen dalam ramuan Tegukan Hidup Bagai Mati . Efek kacang ini seperti pemberian anastesi atau pembiusan sehingga penyihir dapat merasa mati rasa sesaat. Bagian yang diperlukan dalam Ramuan tersebut dari kacang ini adalah cairan yang terkandung di dalamnya. Cairan dari kacang ini dapat dihasilkan secara maksimal dengan cara menggerus kacang dengan sisi pisau belati perak. Sebagaimana tanaman lain yang bermanfaat bagi ramuan, untuk mendapatkan kacang sophophorus yang berkualitas memerlukan penanganan ekstra hati-hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sopophorous berfungsi untuk mengendurkan penjagaan memori dan membuat tidak sadarkan diri. Mengeprek kacang sopophorus akan menghasilkan cairan sari yang lebih banyak dibanding hanya memotong dan mengambil sarinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Jerat Setan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jerat Setan adalah tanaman yang takut pada cahaya. Tanaman ini juga suka menjerat orang didekatnya, tanaman ini makin menjerat jika orang itu meronta-ronta, orang itu bisa lepas jika ia bisa bersikap tenang. Atau bisa juga dengan memunculkan cahaya pada tanaman itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jerat Setan termasuk tanaman yang cukup berbahaya. Jerat Setan tidak menyukai apapun yang terang --api, sinar matahari, dan sebagainya. Jerat Setan hidup di tempat yang lembab dan gelap. Wujudnya seperti tanaman bersulur biasa, kebanyakan orang tidak menyadari bahwa itu adalah Jerat Setan sebelum tanaman itu menjerat mereka. Tanaman yang berukuran besar lebih mudah dikenali karena sulurnya sangat banyak. Jika dalam ukuran yang kecil, biasanya sering disangka sebagai tanaman bersulur biasa. Jadi, hati-hatilah, karena tanaman ini bisa menjerat makhluk hidup --bukan hanya manusia-- sampai mati karena kehabisan napas. Bila menemukan tanaman ini, jangan lupa untuk menyalakan api.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dittany&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ada dua jenis Dittany yang paling umum dikenal, yaitu Dittany of Crete (Origanum dictamnus) dan White Dittany (Dictamnus albus). Secara fisik, dua tanaman ini memiliki ciri-ciri yang hampir sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Dittany of Crete (Origanum dictamnus)&lt;br /&gt;Sesuai dengan namanya, tanaman ini umum ditemukan di Pulau Kreta, Yunani. Bagi orang Yunani, tanaman ini melambangkan kelahiran dan cinta. Tanaman ini tumbuh di setiap tebing pegunungan batu yang ada di pulau tersebut. Tanaman ini digunakan dalam pengobatan Yunani untuk perawatan sakit perut dan gangguan pencernaan, juga merawat dan menghilangkan luka terutama akibat sayatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemanfaatan lain dari tanaman ini yaitu dalam ramalan dan berhubungan dengan roh. Tanaman ini digunakan sebagai sesaji dan mengakibatkan roh memunculkan dirinya menjadi asap (yang dapat dilihat). Pada titik ekstrim pemanfaatan tanaman ini, Dittany dapat menyebabkan keguguran janin sehingga sangat disarankan untuk dijauhkan dari wanita yang sedang hamil dan mereka yang ingin mempunyai keturunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- White Dittany (Dictamnus albus) &lt;br /&gt;Tanaman ini memiliki nama lain sebagai ‘Dittany yang Keliru’. Alasan mengapa tanaman ini memiliki nama lain seperti itu karena tanaman ini tidak memiliki hubungan dengan Dittany of Crete. Tanaman ini bisa dikatakan hanya sedikit sekali memiliki sejarah sebagai pengobatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianpun, tanaman ini memiliki manfaat menyembuhkan sakit kepala ringan, menetralkan racun, dan menyembuhkan demam. Akarnya juga dikenal sebagai obat epilepsi. Diduga tanaman ini juga dimanfaatkan sebagai bahan dalam Ramuan Penenang karena tanaman ini tidak jarang dimanfaatkan untuk mengatasi kasus hysteria atau kasus-kasus lain yang berkaitan dengan susunan syaraf.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/85927478594049325-2790422391779862183?l=nebula-andromeda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nebula-andromeda.blogspot.com/feeds/2790422391779862183/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nebula-andromeda.blogspot.com/2009/02/essai-herbologi-1st-grade.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/85927478594049325/posts/default/2790422391779862183'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/85927478594049325/posts/default/2790422391779862183'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nebula-andromeda.blogspot.com/2009/02/essai-herbologi-1st-grade.html' title='essai herbologi 1st grade..'/><author><name>impossible'a world</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17675870529827124074</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_F9aH0woDyVw/Segp6j30JKI/AAAAAAAAAA0/6rHVbUnjTCU/S220/DSC00161.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-85927478594049325.post-5714574446720830238</id><published>2009-02-25T20:04:00.000-08:00</published><updated>2009-02-25T20:08:41.210-08:00</updated><title type='text'>3rd class.. Herbology.. 1st grade</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="display: block; text-align: right;"&gt;&lt;span style="color: gray;"&gt;&lt;em&gt;”Sudah kukatakan kalau kau takkan bisa berada di Hogwarts! Kau terlalu bodoh, Andy! Mengerjakan Astronomi saja—kau tidak bisa! Apalagi belajar Herbologi? Haha. Jangan buat aku menangis karena membaca suratmu! Pelajaran lainnya akan jauh lebih sulit daripada pelajaran di sekolah wanita—St. Maria—mu itu! Terlebih lagi—kau bodoh! Huh—kupikir Hogwarts benar, dengan memilih orang-orang untuk bersekolah di sekolah paling ternama itu! Tak tahunya—cih! Muak aku mendengarnya! Orang bodoh sepertimu! Manja! Menyebalkan! Bisa masuk Hogwarts? Seharusnya kau MALU, And!—kau tak pantas ada di sana!”&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gadis manja itu hanya diam dan hampir menangis karena ucapan yang keluar dari surat merah itu, eh, surat bisa bicara? Err—namanya apa, tadi? Cassie lupa. Ehm—Hogler, eh, Browler, eh, err—Howler? Hwaa~ Cassie lupa namanya. Yang bisa Cassie jelaskan hanya—surat itu, err—ralat, maksudnya, amplop merah itu—bisa bicara saat Cassie mencoba membukanya. Amplop itu terbuka sendiri dan mulai bersuara seperti Alan—adiknya yang berambisi sekolah di Hogwarts—dan memaki-makinya PERSIS seperti Alan. Ya ampun, err—Howler itu benda sihir juga? Yang dimiliki Paman Ren dan Bibi Zi? Alan menggunakannya karena merasa perlu memaki-makinya sesaat setelah gadis berusia 11 tahun itu mengirim surat mengenai kelas Astronominya yang cukup berantakan karena ulahnya? Terkadang surat itu juga me&lt;em&gt;nyipratkan&lt;/em&gt; air—yang dipikirnya adalah ludah, karena keluar dari mulut amplop yang bisa bicara itu—saat memaki-maki dan terus memojokkannya hingga sekarang gadis itu duduk dengan kedua kaki membentuk huruf “M”—dan punggung tersandar di dinding hitam asramanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="display: block; text-align: right;"&gt;&lt;span style="color: gray;"&gt;&lt;em&gt;”Kau takkan bisa ada di sana lebih lama, tanpa aku! Kau takkan bisa, And! Kau hanya gadis bodoh yang bisanya hanya mengandalkan senyum PALSU dan tampangmu yang cukup-lumayan itu. Aku tahu! Aku sudah mendapat daftar pelajaranmu selama kau di Hogwarts! Sebentar lagi, kau di kelas Herbologi, rite? Ukh—bloody hell! Jangan berlagak bodoh, mulai dari sekarang—kau harus ingat aku sudah berumur 9 tahun, dan dua tahun lagi, aku akan masuk Hogwarts—kau TIDAK BOLEH bertindak bodoh dan memalukan, karena mereka akan selalu mengingat nama belakang Ayah itu—Stoone. Dan, mereka takkan segan-segan mengejekku sesuka hati jika mereka melihat nama di jubahku, yang juga bernama sama sepertimu! Yaks!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Oh—no! Sekarang amplop itu benar-benar meludahinya. Huff. Untung saja—gadis berawakan Yunani itu tak benar-benar berada di depan amplop yang sedari tadi memaki-makinya saja. Keberuntungan dibalik kesialan, eh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="display: block; text-align: right;"&gt;&lt;span style="color: gray;"&gt;&lt;em&gt;”Kelas Herbologi takkan dilakukan di dalam kastil. Oh—bodohnya aku karena tak menjelaskan pada kakakku yang bodoh ini—mengenai pelajaran Herbologi. OK—Herbologi itu pelajaran mengenai tanaman sihir. Kau akan tahu lebih jelasnya dari kepala asramamu, Pomona Sprout—yang juga guru Herbologi. Well. Sekalipun Prof. Sprout adalah kepala asramamu, jangan harap dia memberikan sedikit perlakuan hangat pada murid asramanya, ia tak pandang bulu—kau akan terkena detensi kalau kau macam-macam. Dan—sekarang! Kuingatkan kau, JANGAN BERTINDAK BODOH!” &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Now—surat—err, amplop itu &lt;em&gt;menyobek-nyobek&lt;/em&gt; sendiri. Menghancurkan kertas merah itu seorang diri. Tanpa harus menunggu tangan tidak-ada-kerjaan, atau tangan mungilnya menyambar amplop merah itu. Sobekan-sobekan amplop itu berjatuhan di depannya, tanpa menyisakan satu bagianpun. Semuanya terpisah! Cassie hanya diam. Matanya terbelalak tak percaya. Gadis itu hanya duduk mematung. Dua kali ketipan mata Hazel terangnya, membuat gadis itu kembali tersadar, dan kembali menyeruakkan ke seluruh isi kamarnya, dengan suara indah gadis itu. “I..i..ini! KEREN!” ucapnya spontan dengan suara yang mungkin saja bisa membuat kucing Persia yang ada di pangkuannya—vanila—kembali ketakutan karena mendengar suara keras lagi. Kucing itu kembali meringkuk di atas pahanya yang tertutupi oleh rok hitam selutut miliknya. “Oh—maaf, vanilla! Cassie.. Cassie.. tak percaya!” gadis itu kembali memeriahkan hatinya—dengan suara indahnya. Vanila kembali mengangkat wajah &lt;em&gt;penyok&lt;/em&gt;nya yang sedari tadi tertelungkup di antara paha mungilnya. “Kau lihat? Amplop tadi bisa bicara—bahkan sampai bersuara seperti Alan, err—kau merindukan Alan, vanila?” ucapnya seraya menatap dua bola mata kuning milik kucing itu yang baru sesaat lalu memancarkan ketakutan, dengan membuat garis hitam pada bulatan kuning matanya. “Meongg~” vanilla mengeong riang seraya berdiri dari pangkuannya. Mengitari gadis kecil itu seraya terus-terusan mengeong—berisik. “Hihihi. Merindukan Alan atau Mozzie? Umm—kalau memang benar itu Alan, berarti—ia benar-benar akan masuk err—Hogwarts—dua tahun lagi. Tepat pada ulang tahunnya yang ke-11, rite?” ucap gadis itu riang seraya mencoba bangun dari duduknya yang mulai terasa pegal, dan menggoda Vanilla dengan embel-embel nama Mozzie—Anjing Buldog warna biru-hitam, milik Alan, yang cukup berteman baik dengan vanilla yang jelas terlihat adalah seekor kucing, aneh, eh? Hahaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bola mata Hazelnya terbelalak ketika menyadari jarum panjang di jam merah-mudanya, yang sudah menunjuk angka dua-belas, dan jarum pendek yang terarah tepat di angka sembilan. Hwaa~ Ada kelas! "Vanilla, &lt;em&gt;my dear&lt;/em&gt;, Cassie harus ke kelas sekarang. Sudah terlambat—err, mungkin. Hehehe. Umm. Kau mau berjanji takkan mencakar dan menggigiti sofa ruang rekreasi dan kasurku?" ucapnya manis seraya mengangkat tubuh gembul kucing persia itu—dengan kedua tangan mungilnya. Ukh. Benar-benar berat, eh, sebenarnya berapa berat Vanilla sekarang? "Miaaww~" lucunya—kucing itu menjawab dengan diikuti loncatan keras dari tangannya ke atas kasurnya yang Cassie akui—masih berantakan. Gadis itu mengambil seluruh buku-bukunya, serta beberapa carik perkamen, yang sudah tersedia di samping kasurnya. Meraih dua pena bulu Meraknya. Mengambil tongkat Holly yang cukup-lumayan pendek itu, dan menjatuhkannya di atas sakunya, hingga kini saku jubahnya yang kebesaran itu diisi oleh sebuah tongkat cokelat sepanjang dua-puluh-enam itu. Jemari mungil gadis itu meraih jubahnya yang super besar itu, dan menggantungkannya di atas tangannya yang sengaja ia tekuk agar bisa menggantung jubah itu. CUP. Gadis itu mengecup muka &lt;em&gt;penyok&lt;/em&gt; vanilla dan mengacak-acak bulu-bulu putih vanilla yang sudah rapih pagi tadi—dan harus berantakan lagi. Gadis berawakan Yunani itu tersenyum riang seraya melompat-lompat kecil keluar kamar dan asramanya yang hangat dan tenteram itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Err—apa tadi amplop merah yang sibuk memarahinya menyebutkan dimana letak kelas Herbologi? Umm.. TIDAK! Oh—GOSH! Cassie tak mau kalau harus keliling lingkungan err—Hogwarts hanya untuk mencari kelas Herbologi—seperti halnya yang ia lakukan saat mencari kelas Terbang yang jelas-jelas dilaksanakan di Lapangan Quidditch.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gadis itu menggaruk kepalanya yang SEJUJURNYA tidak gatal. Matanya ketip-ketip tak jelas ke seluruh isi aula depan yang nampak sepi. Umm.. Cassie tidak mau tersasar atau bertindak bodoh lagi! Cassie sudah berjanji takkan bertingkah bodoh lagi—pada Alan, eh, memangnya, Cassie benar-benar sudah berkata kalau ia akan berjanji? Cassie lupa! Ia berjalan kesana-kemari tak tentu arah—hanya untuk mencari seseorang yang mungkin bisa membantunya hadir di kelas Herbologi. Tidak ada. Eh—tidak ada. Ukh. TIDAK ADA. Hwaaa~ orang-orang di sekolah ini tidak ada yang ke aula depan, eh? Kenapa sedari tadi tak ada orang? Cassie berjalan mengikuti seseorang yang-entah-namanya-siapa, yang baru saja keluar dari aula besar, dan membawa beberapa buku berat. &lt;em&gt;Itu—orang itu mau ke kelas Herbologi juga, eh &lt;/em&gt;. Tanpa banyak pikir—Cassie mengikuti laju anak itu dari jauh. Mengendap-endap seperti &lt;em&gt;maling&lt;/em&gt; dan mengambil langkah kecil-kecil agar tidak bisa disadari orang itu. Sesekali kedua tangan anak itu terangkat—menutup mulutnya karena harus menahan kikikan geli yang selalu saja ingin keluar dari kerongkongannya. "Hmph—" kali ini ia benar-benar ingin melepas kikikannya, dan tertawa, tapi—tidak bisa. Bisa-bisa, Cassie dibilang macam-macam oleh orang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah mau kemana orang itu, dan entah kenapa Cassie mengikuti orang itu—orang yang berjubah dan tinggi itu membawanya ke bagian belakan err—Hogwarts, dan "WHOOOAAA~ i...itu.. RUMAH KACA, &lt;em&gt;kan&lt;/em&gt;?" bodoh. Ia bahkan dengan mudahnya melepas kedua tangannya—dan berteriak histeris seperti itu. Cassie tak peduli dengan respon orang itu—yang ada kemungkinan terkejut karena mendengar teriakan &lt;em&gt;norak&lt;/em&gt; milik gadis berambut semi-ikal pendek itu. Cassie pernah berharap bisa belajar di sebuah rumah kaca, dan—sekarang lah waktunya! HOREE! Tanpa tunggu waktu lagi—gadis itu berlari mendekati rumah yang hanya kaca itu dan menghiraukan rok hitam selututnya yang berkibar diterpa angin. Wuih~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cassie main masuk ke dalam kelas itu—dan mengambil tempat yang paling nyaman. "Huff—tidak terlambat! Baguslah!" ucapnya riang seraya menghela nafas penjang dan membuka jubahnya—memasangkannya di bahu mungilnya. Ready—started now!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: gray;"&gt;"Selamat pagi, anak-anak! Selamat datang ke Kelas Herbologi pertama untuk kalian. Perkenalkan, namaku Profesor Pomona Sprout. Kepala Asrama Hufflepuff, dan akan menjadi pengajar Herbologi kalian selama beberapa tahun ke depan,"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cassie mengangguk tajam saat mendengar penjelasan dari Profesor Pomona itu—eh, langsung memanggil dengan nama depan, Cass? Hihihi. Lebih enak memanggil nama depan, rite? Cassie bisa melihat begitu banyak tanaman-tanaman aneh yang ada di sekelilingnya. Wow! Persis seperti yang dikatakan surat merah tadi pagi—itu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: gray;"&gt;"Ada yang tahu Herbologi itu apa? Tidak? Baiklah. Herbologi adalah suatu ilmu yang mempelajari tanaman, baik tanaman sihir atau bukan. Hampir semua tanaman sihir memiliki khasiat tersendiri, dan biasanya digunakan sebagai bahan ramuan. Herbologi mempelajari bagaimana cara merawat tanaman-tanaman tersebut, ciri-ciri fisiknya, beracun atau tidak, serta apa kegunaannya,”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Whooaaa~ persis seperti kata Alan," teriaknya tanpa sadar, dan—mengapa nama Alan yang disebut? Memangnya yang bicara di surat merah tadi pagi itu, Alan? Tapi—itu kan surat, bukan Alan. Cassie cengir-cengir sendiri—memamerkan gigi putihnya yang setiap malam dan sehabis makan, rajin disikatinya. Gadis itu kembali mengarahkan pandangannya pada Prof. Pomona, oh~ WAKE IT! Keren. Kapurnya melayang dan menulis sendiri! Cassie ingin tahu bagaimana caranya. Mata Hazel terang gadis itu terbelalak—mulutnya terbuka penuh membentuk huruf O besar dan sebisa mungkin tangan mungilnya ia angkat untuk menutup mulutnya—nanti dimasuki lalat atau serangga kecil yang bisa terbang lainnya, lho! Cassie berhasil menutup mulutnya dengan kedua tangannya—walaupun matanya masih terbelalak tajam menatap tiap gerakan yang dibuat kapur itu. OH. Kapurnya berhenti menulis. Apa tulisannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="display: block; text-align: center;"&gt;Diskusikan ciri-ciri fisik, manfaat atau karakteristik dari tumbuhan di bawah ini:&lt;br /&gt;Aconyte&lt;br /&gt;Echinaceae&lt;br /&gt;Eucalyptus&lt;br /&gt;Kacang Sopophorus&lt;br /&gt;Jerat Setan&lt;br /&gt;Dittany&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Eh? Apa itu semua? Nama tanaman? Obat? Akh—Cassie tak mengerti! Cassie mengerutkan dahinya—menyatukan alis tipisnya yang sejak lahir sudah terpisah. Meletakkan kembali tangannya yang sedari tadi terangkat menutupi mulutnya. Cassie kembali beralih menatap Profesor Pomona, "Umm—" ucapannya terpaksa terhenti karena Profesor bertubuh gemuk dan memakai topi dan pakaian compang-camping itu—mulai melanjutkan ucapannya. Ekh—tunggu! Buat kelompok? Err—Cassie belum kenal banyak anak. Kecuali—Oberon, Aileen, Sheena, dan mungkin beberapa yang ia lupa namanya. Huhuhu. Jadi—bagaimana dengan tugas Cassie? Eh—tunggu! Tadi—katanya, ini semua ada di bukunya, rite? Kalau begitu... Cassie membolak-balik halaman bukunya, mencari subbab mengenai tanaman yang namanya susah itu. "Ketemu! Ini dia!" ucapnya riang seraya berteriak, dan melempar jari telunjuknya ke halaman dengan awal tulisan, &lt;big&gt;&lt;strong&gt;Aconyte&lt;/strong&gt;&lt;/big&gt;, dan &lt;big&gt;&lt;strong&gt;Eucalyptus&lt;/strong&gt;&lt;/big&gt;, dan beberapa yang disebutkan disana. "Ini—ini—dan, Ini. Ada semuanya!" ucapnya riang setelah berhasil menemukan semua subbab yang ia cari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi—dengan siapa ia harus mengerjakannya? Kan—berkelompok! "Ada yang mau berkelompok dengan Cassie, &lt;em&gt;please!&lt;/em&gt;" ucapnya dengan wajah memelas kepada seluruh anak yang ada di rumah kaca itu. Cassie masih melakukan 'ekspedisi pencarian teman baru'—jadi kalau bisa, Cassie mau dari asrama yang berbeda dengan Cassie. Hihihi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/85927478594049325-5714574446720830238?l=nebula-andromeda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nebula-andromeda.blogspot.com/feeds/5714574446720830238/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nebula-andromeda.blogspot.com/2009/02/3rd-class-herbology-1st-grade.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/85927478594049325/posts/default/5714574446720830238'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/85927478594049325/posts/default/5714574446720830238'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nebula-andromeda.blogspot.com/2009/02/3rd-class-herbology-1st-grade.html' title='3rd class.. Herbology.. 1st grade'/><author><name>impossible'a world</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17675870529827124074</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_F9aH0woDyVw/Segp6j30JKI/AAAAAAAAAA0/6rHVbUnjTCU/S220/DSC00161.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-85927478594049325.post-3631437268385470766</id><published>2009-02-25T19:59:00.000-08:00</published><updated>2009-02-25T20:03:09.966-08:00</updated><title type='text'>2nd class.. Astronomy.. 1st grade.</title><content type='html'>"Diam, Vanila!" bentak gadis kecil itu pelan seraya mencoba mengangkat wajah &lt;em&gt;penyok&lt;/em&gt; vanila yang semakin hari terasa semakin berat saja, eh, apa Cassie yang semakin kecil, ya? Hihihi. Mana mungkin~ eh, berarti, vanila bertambah besar, dong! Asyik! Bisa tidak, ya, vanila tumbuh jadi singa betina yang cantik, eh. Apa mungkin kucing persia tumbuh menjadi singa? Bagaimana rupanya, ya? Hahaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Meongg!! Meong!" vanila terus-menerus mengeong apabila diajak bicara Cassie. Tidak bisa bicara, eh, memang iya, ya? Hihi. Sebenarnya vanila itu kenapa sih? Sejak tadi hanya mengeong dan tak mau turun dari pelukannya? Cassie sudah sengaja mengusap-usap bulu putih bersih kucing itu supaya kucing itu mau tidur, tapi--kenapa tetap tak mau tidur, sih? Cassie jadi bingung. Kening gadis itu berkerut, menautkan kedua alis tipisnya yang tanpa riasan dan masih dengan wambut semi-ikal yang terkuncir manis di belakang kepalanya. "Vanila.. mau minum? Eh--tapi, kau sudah makan, kan? Kau tak boleh makan atau minum terlalu banyak, kau bisa sakit" jelas gadis berawakan Yunani itu sambil terus mencoba mengangkat kepala kucing putih itu yang masih tetap saja sulit dan berat. "Meong~" lagi--vanila hanya mengeong. Apa mau vanila sih? Tidak pernah sebelumnya ia seperti ini. Umm--maksud Cassie, vanila tak pernah se-&lt;em&gt;rewel&lt;/em&gt; ini. Ia selalu tenang kalau sudah berada di pelukan gadis itu dan terkadang malah tertidur. Cassie mengurungkan niatnya untuk menurunkan vanila, dan justru dirinyalah yang meletakkan bokongnya di atas kotak empuk berwarna putih--kasur. Vanila menggetarkan badannya, berulang kali. Bulu-bulu putih halus yang ada di ekornya berdiri. Vanila sakit? Ya ampun~ panggil ambulans, panggil dokter, panggil, eh, disini kan tak ada ambulans, tak ada dokter, eh--masa' sekolah sebesar ini tak punya dokter sih? Tapi--Cassie perlunya dokter hewan, bukan dokter untuk Cassie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vanila masih bergetar hebat, sampai akhirnya--terdiam. Vanila tak bergeming. Pertur gendutnya, serasa semakin pelan untuk harus naik-turun. "Vanila!!" teriaknya parau. Sekarang, ia gelisah bukan-main. Ia tak tahu harus dibawa kemana vanila. Ini pertama, eh, kedua kalinya vanila sakit. Ia gelagapan sampai akhirnya bingung sendiri. Ia meletakkan vanila di kasurnya, yang sedang melingkar. Ia masih saja berlari kesana kemari sampai akhirnya.. "Meong!!" eh, vanila--bersuara lagi? Berarti yang tadi--vanila tidur? Ya ampun! Ckck. Cassie bodoh, ya! Hihihi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cassie mendesah pelan. Ia mengambil segulung perkamen, satu botol kecil tinta hitam, perkamen bulu Meraknya, dan juga tiga buah buku hitam tebal. Saatnya ke kelas. Dan--kelas Astronomi. Salah satu pelajaran yang tidak asing baginya, karena di St. Maria, ia sudah mempelajarinya, yeah--walaupun ia tak pernah mendapat A di pelajaran itu. Tahu? A di St. Maria itu bagus. Sama artinya dengan Perfect. Umm--kalau di err--Hogwarts, Cassie tak tahu. Huruf apa yang paling bagus. Hohoho.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cassie keluar perlahan dari kamarnya. Ia terus menoleh ke arah vanila, walaupun ia sudah ada di depan pintu, dan alhasil...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BUKK..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pintu--dahinya terbentur sampai mungkin agak biru sekarang, dan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GUBRAKK!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cassie terjatuh, karena tali sepatunya belum diikat dengan benar. Aduh~ Sekarang bokongnya kembali harus menempel dengan lantai hitam penuh debu kamar itu. Coba hitung sudah berapa kali Cassie bertindak bodoh hari ini? Umm.. satu, dua, tiga, err--sepertinya sudah banyak, ya! Cassie terkikik kecil, dan kemudian mengikat tali sepatunya. "Umm--ini kesini, lalu, yang ini kesana. Sip! Beres" ucapnya seraya memutar-mutar tali sepatunya sampai akhirnya membuat sebuah simpul tali yang dinamakan simpul pita. Lucu, kan? Hahaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Lantai Satu&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cassie terhenti sejenak di depan sebuah pintu besar yang terdapat tulisan HosWing di atasnya. Tahu, HosWing itu, apa? Hospital Wings. Well. Itu rumah sakit, ya? Umm--sudahlah! Cassie sudah hampir terlambat. Mana kelasnya jauh sekali lagi. Di menara! Itu kan sangat jauh. Tambah lagi--dengar-dengar dari senior-senior musangnya, Menara Astronomi itu adalah menara paling tinggi. Hwaa~ Jauh sekali! Tidak ada jalan-pintas di sekolah ini, ya?&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;Lantai dua..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantai tiga..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantai lima..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantai tujuh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And~ Menara.. &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cassie harus menapaki kurang-lebih 5-6 lantai untuk bisa sampai ke kelas yang sepertinya sudah hampir dimulai itu. Keringat mengalir dari pelupuk dahinya, dan tangannya sudah mulai memerah karena keringat dan juga kelelahan menjinjing jubahnya yang kepanjangan. Oh~ No! Kelasnya bahkan sudah dimulai! Cassie sudah terlambat, ya!? Aduh! Cassie berjalan pelan memasuki ruangan gelap yang terlihat indah. Banyak bintang. Indah, kan? Tanpa sadar, gadis itu mendaratkan bokongnya di salah satu bangku dekat dengan seorang gadis Gryffindor--terlihat dari warna dasinya dan juga ada emblem di jubahnya--yang tampak lumayan &lt;em&gt;dingin&lt;/em&gt; untuk seorang gadis. Hehehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cassie memperhatikan semua orang. Oh! Tadi ada pertanyaan, ya? Apa pertanyaannya--Cassie mendapati banyak siswa yang menjelaskan perbedaan astrologi dan astronomi. Umm--Cassie tidak tahu. Cassie hanya senyum-senyum malu saat mendapati semakin banyak saja yang menjelaskan mengenai itu. Ia menoleh ke perempuan di sebelahnya. Menepuk bahu gadis itu, dan kemudian tersenyum manis padanya. "Hi! Aku--Andromeda Cassie Stoone. Salam kenal, &lt;em&gt;please!&lt;/em&gt;" senyumnya merekah kepada gadis itu seraya mengulurkan tangan kanannya, mengharap jabatan tangannya diterima dengan baik. Well. Ia masih melakukan 'ekspedisi pencarian teman', lho! Hihihi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/85927478594049325-3631437268385470766?l=nebula-andromeda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nebula-andromeda.blogspot.com/feeds/3631437268385470766/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nebula-andromeda.blogspot.com/2009/02/2nd-class-astronomy-1st-grade.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/85927478594049325/posts/default/3631437268385470766'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/85927478594049325/posts/default/3631437268385470766'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nebula-andromeda.blogspot.com/2009/02/2nd-class-astronomy-1st-grade.html' title='2nd class.. Astronomy.. 1st grade.'/><author><name>impossible'a world</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17675870529827124074</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_F9aH0woDyVw/Segp6j30JKI/AAAAAAAAAA0/6rHVbUnjTCU/S220/DSC00161.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-85927478594049325.post-5012458564676311532</id><published>2009-02-08T05:12:00.001-08:00</published><updated>2009-02-08T05:13:35.503-08:00</updated><title type='text'>Andromeda's profile at IH</title><content type='html'>[Nama -- Panggilan]: Andromeda Cassie Stoone -- Cassie/Andy(hanya adiknya yang memanggil dengan nama itu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Status Darah]: Muggle-born&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Tempat dan Tanggal Lahir]: London, 17 Juli 1968&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Suku Bangsa Karakter]: Inggris--Yunani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Asrama]: &lt;span style="color: yellow;"&gt;&lt;strong&gt;Hufflepuff&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Tahun Masuk Hogwarts]: 1979&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Peliharaan]: Vanila--&lt;a href="http://i443.photobucket.com/albums/qq151/cheepuss/whitepersian1-1.jpg" target="_blank" rel="nofollow"&gt;kucing persia putih bersih dan lebat bulu&lt;/a&gt;-- dan Snowy--burung hantu putih bersih--&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Tongkat sihir]: Holly, 26 cm, inti kristalisasi air mata Phoenix&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Sapu terbang]: --&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Posisi di Tim Quidditch]: --&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Latar Belakang Keluarga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Nama Ayah]: Forencio Gordon Stoone--muggle born(alm)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Nama Ibu]: Afrencila Fortessa Stoone--muggle born&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Nama Saudara]:&lt;br /&gt;- Renzio Mordon -- paman, sekaligus wali, half-blood&lt;br /&gt;- Zirensia Mordon -- bibi, half-blood&lt;br /&gt;- Athena Chiquieta Stoone(19 y.o) -- muggle born(kakak)&lt;br /&gt;- Clorenzo Meroza Stoone(17 y.o) -- muggle born (kakak)&lt;br /&gt;- Silvester Dealan Stoone(9 y.o) -- muggle born (adik)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Latar Belakang Keluarga]:&lt;br /&gt;Keluarga Stoone awalnya adalah keluarga yang sangat unik dan damai. Kehidupan mereka berlangsung sangat damai selama kurang-lebih 2 tahun setelah Alan lahir. Namun--pada saat Cassie berumur 4, Forencio harus meninggal karena kecelakaan mobil. Sejak Cassie berumur 3 tahun, anak itu selalu tertimpa kecelakaan yang sangat-sangat tidak bisa diperkirakan, dan mereka menyebutnya KESIALAN. Saat Cassie berumur 9 tahun, Mom-nya, terpaksa harus pergi meninggalkan semuanya dan menitipkan mereka di rumah kakak dari Momnya yaitu, paman Ren dan bibi Zi. Sejak saat itu, hubungan antar Athena-Clorenzo-Alan dengan Momnya tak berlangsung baik. Mereka membenci Momnya sendiri, terkecuali Cassie. Cassie sama sekali tak pernah melihat kalau Momnya itu jahat atau semacamnya. Hubungan keluarga mereka memburuk ketika Cassie menerima surat dari Hogwarts yang sangat diidamkan oleh Alan-yang jauh lebih pintar daripada dirinya-. Alan sangat tidak menyukai kakaknya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data Personal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Personaliti Karakter]: Senang tersenyum, tak pernah menangis, agak bodoh, nyaris tidak mempunyai urat malu dikarenakan tidak pernah berpikir untuk malu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Bakat dan Kekurangan] : edited soon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan Lain&lt;br /&gt;- Lihai dalam memainkan alat musik seperti Piano, gitar, biola, flute, dan drum.&lt;br /&gt;- Memiliki suara yang sangat-lumayan bagus.&lt;br /&gt;- Nyaris tidak mengenal bahaya dan tidak peduli dengan makian atau ucapan kasar orang lain terhadap dirinya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/85927478594049325-5012458564676311532?l=nebula-andromeda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nebula-andromeda.blogspot.com/feeds/5012458564676311532/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nebula-andromeda.blogspot.com/2009/02/andromedas-profile-at-ih.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/85927478594049325/posts/default/5012458564676311532'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/85927478594049325/posts/default/5012458564676311532'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nebula-andromeda.blogspot.com/2009/02/andromedas-profile-at-ih.html' title='Andromeda&apos;s profile at IH'/><author><name>impossible'a world</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17675870529827124074</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_F9aH0woDyVw/Segp6j30JKI/AAAAAAAAAA0/6rHVbUnjTCU/S220/DSC00161.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-85927478594049325.post-5151756941523422321</id><published>2009-02-06T05:29:00.000-08:00</published><updated>2009-02-06T05:38:25.878-08:00</updated><title type='text'>First class.. Potion. 1st.</title><content type='html'>Cassie asyik membantu gadis berbadge ular perak itu mengaduk cairan yang ada di dalam kuali berpantat besar itu. Ia menyadari banyak sekali bau tidak enak dimana-mana. Tapi--Cassie rasa, Cassie pernah mencium yang lebih bau daripada ini. Umm--seperti bau masakan yang kelewat matang, atau sebut saja, &lt;em&gt;'gosong'&lt;/em&gt;, yang dimasaknya. Hihihi. Ampun deh~ kau ini wanita atau bukan, Cass?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cassie sempat melirik semua temannya. Semua asyik mengaduk cairan yang kelihatannya sama, dan bahkan, beberapa orang sudah menyerahkan isi cairan itu kepada Profesor Horace itu, err--boleh tidak kalau Cassie memanggil Profesor itu dengan nama depannya? hehehe. Tak ada satupun yang tidak mengerjakannya, kecuali gadis kecil berawakan Yunani itu! Cassie tidak mengerjakannya, dan &lt;em&gt;malah&lt;/em&gt; mengaduk ramuan orang lain? Ya ampun! Cassie! Kau tak mau ada panggilan melayang ke rumah Paman Ren, kan? Eh--di dunia sihir, kalau tidak mengerjakan tugas, ada panggilan tidak? Kalau iya, berarti akan merepotkan, dong! Karena Paman Ren, dan Bibi Zi harus menerobos dinding peron, antara peron 9 dan peron 10. Aduh! Jangan ada panggilan, ya? Err--Hogwarts, kan bukan St. Maria--sekolahnya dulu, yang selalu melakukan panggilan saat ada anak yang tidak mengerjakan tugas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uhuk..Uhukk..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cassie terbatuk kecil. Ternyata baunya menyengat juga, ya? Cassie jadi semakin malas mengerjakan ramuan ini. Umm--ia menghentikan adukannya, dan sedikit memiringkan badannya, berbicara pada anak yang sepertinya bernama, Aileen itu--tuh! ada di seragamnya--namanya itu.--"Umm--Aileen, Cassie mau membuat ramuan dulu. Cassie tak mau membuat Profesor Horace--err, Slughorn, marah. And--Bye!" ucapnya riang seraya melambaikan tangannya ke arah gadis Sli-litan, eh, Slytherin itu. Ia kembali ke mejanya. Menyiapkan dirinya. Dan membolak-balik buku Ramuannya yang setebal buku Sejarah Romawi-nya di St. Maria. Ia mencari subbab mengenai Ramuan Penyembuh Bisul, dan--Aha! Ini dia! Ketemu! Cassie mengambil semua yang dibutuhkannya, dan melihat semuanya. Kerjanya hanya mengangguk-angguk tanpa sebenarnya mengerti maksud dan tujuan ramuan itu. Dasar, Cassie!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;BAHAN-BAHAN:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  1. Dried nettles – Jelatang yang sudah dikeringkan&lt;br /&gt;  2. Crushed snake fang – Taring ular yang sudah dihaluskan&lt;br /&gt;  3. Stewed horned slugs – Siput bertanduk yang sudah direbus&lt;br /&gt;  4. Porcupine quills – Duri landak &lt;/blockquote&gt;Gadis mungil itu mengambil seluruh keperluannya, dan terkadang sedikit mengulang cara pelafalan nama bahan yang tertera di bukunya itu. "Err--Powrkyupiene quiells" pelafalannya semakin aneh kalau ia memasukkan logat yunaninya dan membacanya selayaknya ia membaca banyak nama di buku Sejarah Romawi. Hihihi. Ia terkikik geli saat mendapati nama lucu kalau ia yang mengatakannya, dasar, Cassie! Cassie sudah menyiapkan semuanya. Semuanya sudah ada di atas mejanya, dan sekarang kursinya penuh, eh. Cassie membawa banyak buku yang seharusnya tidak dibawa, karena kesiangan! Jadi--sekarang gadis itu tak bisa duduk deh. Huff. Tapi--yang ada hanya, &lt;u&gt;taring ular yang masih utuh&lt;/u&gt;, &lt;u&gt;sipuk bertanduk yang masih keras&lt;/u&gt;, dan duri landak. Beruntung--duri landaknya tidak harus diapa-apakan. Kalau sampai iya, Cassie bisa kehabisan waktu kalau begitu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menggulung lengan jubahnya sampai sikunya masing-masing di kanan-kirinya. &lt;em&gt;Here we go!&lt;/em&gt;Ia mengambil taring ular yang masih utuh itu, dan mulai memukul-mukul taring ular itu dengan apa saja yang keras, seperti bukunya. Eh--tapi, ya ampun! Kan ada lumpangnya, dan juga ada alu untuk menumbuknya supaya halus. Aduh! Dasar, Cassie! Ckckck. Bukunya sudah terlanjur sedikit rusak dan taring ularnya juga sudah sedikit halus. Ia menghentikan pekerjaannya yang sangat bodoh itu, dan kemudian beralih pada siput bertanduk yang masih keras itu. Ia menyingkirkan taring ular halus itu dan mengambil sipu tanduk itu. Cassie bingung apa yang harus dilakukannya, supaya siput itu bisa melunak, dan--katanya.. DIREBUS. Yihii~ Cassie mengambil kuali berpantat hitamnya, dan meletakkannya di atas kompor yang sejak tadi masih dalam keadaan mati di depannya. Membungkuk sedikit, mencoba menyalakan apinya, dan WHOOAAA~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--apinya nyala terlalu besar. Cassie sampai kaget! Tanpa menunggu, Cassie langsung mencoba mengecilkan nyala apinya. Fuh--beruntung! Untung saja, tingkahnya tak membuat kelas Ramuan kebakaran. Hehehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cassie menambahkan air secukupnya ke dalam kuali hitamnya itu, dan memasukkan siput tanduk yang masih sangat keras itu kedalamnya. Cassie hanya diam, menunggu siput tanduk itu selesai direbus. Gadis dengan tinggi 138 sentimeter itu berbalik bersandar pada mejanya. Berhubung tidak bisa duduk, Cassie harus rela menunggu seraya berdiri seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;1 menit...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 menit...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5 menit... &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CESS!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WHOOAAA~&lt;br /&gt;Tangan Cassie terkena pinggiran kuali. Panas sekali! Aduh. Huh--huhh--huhh. Cassie meniup-niup tangannya yang terasa panas dan sekarang memerah. Kualinya panas sekali. Tapi--apa itu berarti siput tanduknya sudah waktunya diangkat, eh? Gadis itu kembali berbalik. Berhadapan dengan kuali pantat hitam itu dan melirik siput tanduk yang ada di dalamnya. Dan--lihat! Benar. Siput tanduk itu terlihat seperti sudah matang. Hehehe. Cassie bermaksud mengambil siput tanduk itu dari kualinya, tapi--gadis itu melirik ke arah bukunya yang terbuka lebar. Membaca instruksi selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div&gt;CARA MEMBUAT:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  1. Nyalakan api di bawah kuali. Hijau Kemerahan.&lt;br /&gt;  2. Masukkan bahan-bahannya sesuai takaran. Jelatang, siput dan taring ular. Semuanya harus sudah berupa bahan jadi.&lt;br /&gt;  3. Aduk searah jarum jam lima belas kali, ramuannya akan berwarna hijau tua.&lt;br /&gt;4. Tambahkan adukan berlawanan arah jarum jam tiga kali, ramuanmu akan memucat. Teruskan hingga ramuanmu menjadi encer dan berwarna hijau amat pucat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Cassie mengurungkan niatnya. Memilih untuk sedikit menambah air ke dalam kualinya, dan kemudian bermain dengan nyala apinya. Mencari warna api sampai hijau kemerahan. Umm--DONE.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengambil jelatang, taring ular, dan duri landaknya ke dalam kualinya. Cassie mengaduk ramuannya searah jarum jam sebanyak lima belas kali. Sesuai dengan yang diperintahkan di buku, rite? Ehehe. Cassie mulai menghitung dengan riang. "Satu... Dua... Tiga..--" gadis itu terus menghitung banyak adukannya. Ingat, lima belas kali! "--tiga belas.. empat belas.. lima belas.. SELESAI!" ucapnya riang seraya menarik adukannya dari dalam kuali. Umm--warna ramuannya jadi hijau tua. Umm--apa seperti ini, ya, warna yang diinginkan Profesor Horace? Cassie mengerutkan dahinya. Melirik bukunya, dan--BENAR. Warnanya memang akan menjadi hijau tua. Cassie tercengir geli. Hehehe. Begini deh, kalau ia tak biasa membaca buku. Fufufu. Mohon pengertiannya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oho! Sekarang seharusnya ia kembali mengaduk, rite? Berlawanan arah jarum jam, err--berapa kali? TIGA. Yep. Ia kembali memasukkan adukkannya ke dalam kuali besar itu, dan mengaduknya berlawanan arah dengan yang dilakukannya sebelumnya. "Satu.. Dua.. Tiga! Cukup!" ucapnya sendiri--riang! Well. Lihat! Warna ramuan Cassie jadi pucat dan kental. Dan--err, SEPERTI YANG DIINSTRUKSIKAN DI BUKU! Berarti Cassie benar? Ehehe. Ia melanjutkan kegiatan mengaduknya. Ia bersiul-siul riang seraya mengaduk ramuannya. Uhum. Ia bisa menghentikan adukkannya, kalau ramuannya sudah encer dan berwarna hijau pucat, rite? Yep. Seperti tertulis di buku. OK. Cassie akan terus mengaduknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;...........................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah cukup lamakah Cassie mengaduk? Umm--sepertinya sudah. Buktinya, Cassie sudah merasa pingganggnya pegal, dan kakinya juga. Ia menjulurkan kepalanya, dan mengintip ramuannya. Sudah encer dan berwarna hijau pucat. Yes, berarti sudah selesai! Asyik! Gadis itu terus tersenyum seraya menuangkan beberapa liter ramuannya ke dalam botol kosong yang ia dapat saat membelinya di toko Kuali saat di err--Diagonalle. Menutupnya. Dan kemudian--menorehkan tinta pada secari perkamen yang kemudian ia tuliskan namanya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/85927478594049325-5151756941523422321?l=nebula-andromeda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nebula-andromeda.blogspot.com/feeds/5151756941523422321/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nebula-andromeda.blogspot.com/2009/02/first-class-potion-1st.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/85927478594049325/posts/default/5151756941523422321'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/85927478594049325/posts/default/5151756941523422321'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nebula-andromeda.blogspot.com/2009/02/first-class-potion-1st.html' title='First class.. Potion. 1st.'/><author><name>impossible'a world</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17675870529827124074</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_F9aH0woDyVw/Segp6j30JKI/AAAAAAAAAA0/6rHVbUnjTCU/S220/DSC00161.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-85927478594049325.post-5773363303537764543</id><published>2009-02-05T00:16:00.001-08:00</published><updated>2009-02-05T00:16:53.786-08:00</updated><title type='text'>check..</title><content type='html'>tes..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/85927478594049325-5773363303537764543?l=nebula-andromeda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nebula-andromeda.blogspot.com/feeds/5773363303537764543/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nebula-andromeda.blogspot.com/2009/02/check.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/85927478594049325/posts/default/5773363303537764543'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/85927478594049325/posts/default/5773363303537764543'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nebula-andromeda.blogspot.com/2009/02/check.html' title='check..'/><author><name>impossible'a world</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17675870529827124074</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_F9aH0woDyVw/Segp6j30JKI/AAAAAAAAAA0/6rHVbUnjTCU/S220/DSC00161.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-85927478594049325.post-8041338534699958249</id><published>2009-02-03T02:10:00.000-08:00</published><updated>2009-02-03T02:49:53.728-08:00</updated><title type='text'>news of days..</title><content type='html'>KRINGG!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hello?! Dengan Nebula.. Jangan tanya ada siapa, karena tak ada seorang pun disini. Hanya aku. So, ini siapa?" ucap pemuda 13 tahun itu cepat dengan satu tarikan napas.&lt;br /&gt;"Gyahahahaha!! Lucu kau, Nebula! Ini aku! Aliana" suara tawa menggelegar dari seberang telepon. Pemuda dengan rambut acak-acakan itu menjauhkan telepon hitam itu dari telinganya. Ia kembali mendekatkan telepon itu dan mendengar pengakuan kalau 'si penelepon' itu Aliana. Wajahnya berubah masam. Hanya hembusan nafas malas yang mungkin terdengar oleh Aliana dari seberang telepon itu.&lt;br /&gt;"Jangan seperti itu! By the way! Aku boleh main ke rumahmu? Di rumahku, err--biasa.. Mom memarahi Dad lagi, dan kali ini--guci merah buatan Taiwan yang baru dibeli Dad beberapa hari lalu--sudah pecah" jelasnya panjang lebar dengan suara menahan tawa. Apa-apaan anak itu? Ckckck. Nebula menelan ludahnya, terdengar bunyi 'glek' dari seberang telepon. "Ok! Kemari saja! Dan--jangan lupa untuk selalu membawakanku &lt;span style="font-style: italic;"&gt;cemilan &lt;/span&gt;untuk dimakan. Di rumahku tak ada makanan" jawab pemuda Amerika itu seraya melirik-lirik isi kulkasnya yang berada tak jauh dari tempat telepon-tanpa-kabel itu. "Oh! Tentu! Aku sudah memegang beberapanya, dan--aku akan bawa DVD yang baru kubeli beberapa hari lalu. Sediakan DVD Player-mu, sob!" ucap suara riang dari seberang telepon yang diikuti oleh suara 'cklek' pelan pertanda telepon ditutup. Bocah berusia 13 tahun itu hanya mengedikkan kepalanya, dan kembali ke ruang keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;5 menit kemudian...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tok..Tok..Tok.. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Nebula!! Cepat buka! Ada anjing mengejarku! Dan--ada tiga!! Ayolah!" teriak sebuah suara dari balik pintu berkayu mahoni itu. Yeah--bisa terdengar ada suara gonggongan dibalik suara riang-berteriak yang menghiasi seisi halamannya. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Nebula&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;berjalan santai tanpa sedikitpun mempedulikan nasib teman wanitanya itu. Sesekali ia cekikikan karena mendengar suara teriakan tidak-sabaran yang dilontarkan wanita itu. Tak lama--ia membuka pintu mahoni bercat biru tua itu dan bisa melihat sesosok wanita seusianya yang sedang kerepotan memegangi banyak kantung, dan berkeringat. Bahkan--wanita itu tak melihat bahwa sang pemilik rumah sudah berada di depannya, menggantikan pintu--merasakan bagaimana rasanya digedor-gedor. "Bagus. Itu sakit, Aliana!" ucapnya malas seraya sebelumnya menepuk pundak kecil milik gadis itu. "Oh! Sorry! Aku masuk, ya! Anjing itu!!" balas gadis itu panik dan kemudian main masuk saja ke kediaman keluarga Andromeda. Well. Nebula merasa--ada yang aneh. Halamannya kan, dilingkari oleh pagar besi dan sangat tidak mungkin ada anjing yang masuk karena pagar tertutup rapat. Dasar! Ketakutan Aliana terhadap hal seperti itu--sudah berlebihan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kau tahu? Anjing itu mengejarku dari rumah Bill--tetanggaku yang baru-baru ini dibelikan mobil" ucap Aliana setelah duduk dan bersantai di depan televisi seraya membuka satu kantung "Cheesy Potato's" yang sengaja dibawanya "Aku kenal Bill, Aliana! Well. Cukup jauh, menurutku. Bill kan baru pindah! seminggu yang lalu kalau tidak salah" sambung Nebula seraya menyambar sekantung penuh cemilan yang baru dibuka oleh Aliana. "Eh? Pindah? Jadi--mau apa Bill bermain di rumah lamanya?" tanya Aliana seraya menghampiri DVD player berwarna putih-keperakkan yang tergeletak di samping televisi 29" milik keluarga itu. "Dunno! Mungkin mencoba mobil barunya! Lagipula--kudengar, mobilnya itu tipe Porsche 256 A, rite?" tanyanya dengan sedikit memutar otak. "Yep. Porsche 256 A. Warna hijau--terkenal tua tapi--antik. Bill orang yang seperti itu, kan?" jawab gadis berambut panjang--yang sekarang sedang mencari-cari DVDnya di dalam kotak DVD berwarna biru pucat yang ia bawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka berdua bersandar di sofa paling nyaman seraya memakan cemilan yang dibawa gadis bermata hijau itu. Well. Tak bisa dipungkiri, memang. DVD yang dibawa Aliana cukup menarik, dan Nebula merasa beruntung bisa menontonnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Well. Kenapa tadi kau berteriak ketakutan saat kau sudah sampai di rumahku?" tanya Nebula membuka topik. "Eh? Kau tahu, kan? Anjing! Anjing itu mengejarku!" balas Aliana ngotot seperti ingin memakan pemuda di sampingnya itu. "Aku tahu!" balas Nebula keras seraya membelokkan badannya, sehingga menatap gadis mungil berusia 13 itu "--maksudku.. Pagar rumahku sudah kau tutup, kan? Dan--pagarku terbuat dari besi. Mustahil anjing itu bisa masuk halaman" jelas Nebula seraya mencoba mengalihkan perhatian Aliana yang sangat terlihat fokus pada tiap kejadian yang terjadi di film yang mereka tonton itu. "Eh? Aku belum menutup pagarnya! Dan--anjing itu terus berlari mengejarku!" bantah Aliana dengan mengambil remote putih di atas meja, menekan tombol Pause pada remote itu dan mengarahkannya pada televisi 29" itu. "Jangan bergurau! Aku melihat anjing itu susah payah menaiki pagarku yang sudah terkunci rapat"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Justru kau yang jangan bergurau, Nebula! Anjing itu sangat jelas masih mengincarku dan mereka berlari"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KRINGG!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telepon lagi? Dari siapa? Pemuda itu menghentikan obrolannya dengan gadis mungil di dekatnya dan beralih mengambil telepon hitam-tanpa-kabel itu. Menekan salah satu tombol yang tertera paling atas, dan mendekatkan telepon itu ke telinganya. "Hello! Nebula disini! Tidak ada siapa-siapa. Kalau kau mencari orang lain selain Nebula, maka--tutup saja teleponnya!" ucapnya sedikit kasar. Tak ada suara di seberang telepon. Hanya suara sesuatu sedang diasah--seperti benda tajam, dan suara angin yang berdesir pelan. Nebula diam. Tak bergeming sedikitpun. Ia tak bisa mengatakan apa-apa hingga akhirnya--pemuda 13 tahun itu menutup teleponnya. "Dari siapa?" tanya Aliana. "Entahlah. Diam saja!" jawabnya dengan pelan. Pemuda itu kembali duduk dan menyandarkan punggungnya ke pinggiran sofa. Aneh. Tadi--anjing. Lalu--telepon. Apa lagi? Dasar, Aneh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajah pemuda itu tegang. Pucat pasi. Tampangnya gelisah. Aliana pun ikut resah. "Kau tak apa, Nebula?" tanyanya seraya mencoba melihat mata terang milik pemuda kecil Andromeda itu. "Tidak apa" jawabnya singkat. Huff--ANEH.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/85927478594049325-8041338534699958249?l=nebula-andromeda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nebula-andromeda.blogspot.com/feeds/8041338534699958249/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nebula-andromeda.blogspot.com/2009/02/news-of-days.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/85927478594049325/posts/default/8041338534699958249'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/85927478594049325/posts/default/8041338534699958249'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nebula-andromeda.blogspot.com/2009/02/news-of-days.html' title='news of days..'/><author><name>impossible'a world</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17675870529827124074</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_F9aH0woDyVw/Segp6j30JKI/AAAAAAAAAA0/6rHVbUnjTCU/S220/DSC00161.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-85927478594049325.post-4582561350865946140</id><published>2009-01-23T05:29:00.000-08:00</published><updated>2009-01-23T05:32:54.285-08:00</updated><title type='text'>first--in kuali bocor..</title><content type='html'>&lt;div class="postcolor"&gt; Dimana ini?&lt;br /&gt;Kenapa tempat ini gelap dan kesannya sangat menyeramkan? Hii~ Cassie takut. Untung ada kak Clorenzo disini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Cassie, sayang. Kau harus tinggal disini sebelum dan setelah kau membeli barang-barangmu di Diagon Alley. Welcome to Leaky Cauldron" ucap kak Clorenzo seraya membawakan beberapa barang-barangnya dan masuk ke dalam tempat yang sekilas terlihat seperti gudang itu. "Hah!? Diagonal, eh? apa? Namanya sedikit sulit. Dan--kuali bocor? Ini tempat penjualan kuali?" tanya Cassie kepada kakaknya seraya memandang berkeliling ruangan yang terlihat seperti gudang itu. Gelap. Dan ada beberapa yang terlihat berdebu. "Ahaha. Cassie, mulailah belajar mandiri mulai sekarang. Aku akan menjemputmu besok pagi untuk mengantarmu ke Diagon Alley. Kau akan tinggal disini. Katakan saja apa yang kau butuhkan pada pegawai magang yang ada di sana." jelas kakak seraya memberikan seluruh barang-barang muggle-nya kembali kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat ini ramai. Sangat ramai, malah. Kau lihat! Banyak anak-anak yang seusia dirinya sedang memesan atau juga baru datang seperti dirinya. Mereka semua berani, ya! Hebat. "Kak, pegawai magang itu? Masih seusia Cassie 'kan? Mungkin 12 atau 13. Hogwarts jahat. Mereka itu 'kan masih harus bersekolah. Kenapa malah magang disini?" ucap Cassie sedikit kesal begitu menyadari tingginya dan tinggi beberapa pegawai magang yang ada disana tidak jauh berbeda. "Itu pilihan mereka. Tak ada paksaan." ucap kak Clorenzo yang kemudian tersenyum. Mendengar jawaban halus dari kakak laki-lakinya, Cassie jadi yakin, Hogwarts bukan tempat buruk. "Sebenarnya kakak &lt;i&gt;agak&lt;/i&gt; khawatir kalau meninggalkanmu sendiri disini. Mengingat--err, yeah, kau terlalu sering mengalami kecelakaan kecil atau biasa mereka sebut kesialan. Tapi--paman Ren bilang ini tidak buruk." tambah kak Clorenzo. Terlihat sekali wajah kak Clorenzo yang sangat cemas akan dirinya. Cassie tersenyum. "Cassie takkan apa-apa. Cassie bisa mandiri. Kakak bisa percaya pada Cassie." ucapnya manis seraya kemudian memberi kecupan hangat di pipi kanan kakaknya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak berapa lama setelah ia memberikan kecupan hangatnya pada kakak laki-lakinya yang bertubuh besar dan berusia 18 tahun itu, gadis kecil itu mengambil semua barang-barangnya yang sedari tadi dipegang oleh kak Clorenzo. "Kakak bisa percaya padamu?" ucap Clorenzo lagi seraya mengacak rambut pirang milik gadis kecil 11 tahun itu. "Promise!" ucapnya mantap dan kemudian melambaikan tangannya pada Clorenzo yang berlalu pergi meninggalkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hhh--gadis itu mendesah pelan. Mencoba lebih mandiri mulai sekarang. Yak--mulai sekarang! Ia melangkahkan kakinya pelan. Debu-debu kecil bertebaran saat tapal sepatunya menyentuh beberapa puing debu yang berserakan di lantai hitam itu. Ingin sekali rasanya ia cepat-cepat melihat kamar seperti apa yang akan didapatnya. Mengingat ini pertama kali. Ia tidak sabaran. Langkahnya semakin cepat, sampai--&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GUBRAKK!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--kakinya beradu dengan salah satu tali tasnya yang terlepas dari genggamannya. Ia terjerembab jatuh di atas lantai hitam itu. Lagi--sepertinya kesialan takkan meninggalkannya. Ia mencoba berdiri. Mengambil tali tasnya yang terlepas dan mulai menggenggamnya. Ia menggeleng pelan. Berusaha menghilangkan debu yang mulai menyangkut di rambut panjangnya. Tidak butuh waktu lama, ia membersihkan barang-barangnya yang tadi terjatuh dan mulai membawanya lagi, mendekat ke salah satu pegawai magang yang sedang kosong. Umm--sudah semua?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia berjalan mendekati meja--yang sepertinya adalah tempat memesan kamar dan sebagainya. Ia berusaha duduk di salah satu kursi untuk memesan. Tapi-- BUKK...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kakinya terbentur kursi lain dengan keras. Tepat di tulang keringnya. Cukup sakit kali ini. Ia mengelus kakinya yang sakit dengan sebelah tangannya. Mencoba untuk tidak menenggelamkan kepalanya dari atas meja. Ia harus cepat dapat kamar sepertinya. "Hi, senior! Cassie bisa pesan kamar? Cassie perlu kamar. Berapa Cassie harus membayarnya?" ucapnya pada senior yang ada di depannya sekarang sambil terus mengusap kakinya yang sakit karena terbentur tadi. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/85927478594049325-4582561350865946140?l=nebula-andromeda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nebula-andromeda.blogspot.com/feeds/4582561350865946140/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nebula-andromeda.blogspot.com/2009/01/first-in-kuali-bocor.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/85927478594049325/posts/default/4582561350865946140'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/85927478594049325/posts/default/4582561350865946140'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nebula-andromeda.blogspot.com/2009/01/first-in-kuali-bocor.html' title='first--in kuali bocor..'/><author><name>impossible'a world</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17675870529827124074</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_F9aH0woDyVw/Segp6j30JKI/AAAAAAAAAA0/6rHVbUnjTCU/S220/DSC00161.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-85927478594049325.post-7403722023238126735</id><published>2009-01-23T05:20:00.000-08:00</published><updated>2009-01-23T05:25:30.793-08:00</updated><title type='text'>-first of all andromeda adventure</title><content type='html'>Pagi, iya &lt;i&gt;kan?&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Lalu, kenapa gadis kecil berusia 11 tahun itu masih terlelap di tempat tidurnya. Sedangkan--kalian bisa lihat kalau adiknya--Silvester yang selalu dipanggil Alan oleh kakaknya itu sudah berada di depan meja makan. Paman Ren--yang bertubuh besar gemuk itu juga sudah menyandarkan bokong besarnya itu di salah satu bangku yang terbilang kecil untuk diduduki oleh paman Ren yang bertubuh besar. Bibi Zi juga sudah sibuk &lt;i&gt;mondar-mandir&lt;/i&gt; dapur-meja makan untuk meletakkan makanan yang sudah dimasaknya. Tapi--eh, lalu, kenapa gadis kecil berambut pirang semi-ikal itu masih terlelap di atas kasur? Ini sudah jam 8 pagi. Dan, seperti kata orang terdahulu--atau memang Mama-nya saja, seorang gadis tidak boleh bangun siang-siang. Iya &lt;i&gt;kan?&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paman Ren bersandari di sandaran kursi kayu di depan meja makannya seraya membentangkan koran lebar-lebar. Sedangkan, Alan? Masih asyik dengan buku-bukunya yang sejak semalam dibacanya. Tak ada yang berminat membangunkan gadis manja satu itu. Kak Athena? Kak Clorenzo? Mereka justru sedang asyik dengan urusan masing-masing. Menonton salah satu acara televisi kesukaan mereka berdua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bibi Zi sepertinya sudah siap dengan semua masakannya. Tinggal menyajikan dan memakannya. Semua sudah berkumpul di depan meja makan. Alan meletakkan buku-bukunya disampingnya--tentu saja dengan memberi tanda terlebih dahulu sampai mana ia membaca, Paman Ren meletakkan korannya di sampingnya. Kak Clorenzo dan kak kak Athena, juga sudah berada di depan meja--dan meninggalkan acara santai-santai mereka untuk siap makan pagi. Serta tidak ketinggalan, bibi Zi juga sudah berada di depan meja, seusai beliau meletakkan baju pengaman--&lt;i&gt;celemek&lt;/i&gt; di atas kotak tempat cucian pakaian kotor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Baiklah. Saatnya sarapan, anak-anak. Perempuan disamping paman sudah menyiapkan makanan enak untuk kita semua sekarang." ucap Paman Ren membuka keheningan. "Oh ya--ayo kita tes! Kalau sampai perempuan di samping paman itu memasak-masakan yang aneh, aku takkan segan-segan menggelitik Athena! Hahaha." ucap kak Clorenzio bercanda. Semua tertawa. "--tunggu, anak-anak! Dimana Cassie? Sudah bangunkah dia?" tanya paman Ren membuat semua orang hening. Semua saling melihat satu sama lain--kecuali, Alan. Dia satu kamar dengan gadis itu, seharusnya dia tahu apa kakaknya itu masih tidur atau sudah bangun. Tanpa berlama-lama, semua mata tertuju pada bocah pria yang sedang bersiul-siul seraya menopang dahu. "Vest, sayang--kemana kakakmu?" ucap paman Ren seraya mendekatkan wajahnya pada bocah kecil yang ada di hadapannya. "Anak itu masih tidur. Ada di kamarnya--aku tidak mau membangunkannya." ucap Vest--panggilan semua orang padanya, kecuali Cassie--pada semua orang yang tengah memandangnya, aneh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bibi Zi beranjak bangun dari duduknya, bermaksud membangunkan gadis kecil yang tidak tahu aturan itu. Semua orang mendesah pelan. Kecewa karena harus menunda sarapan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;BUKK!!&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku tebal yang sedang dibaca oleh Vest terjatuh. Ia terpaksa membungkuk mengambilnya. Dari dalam kolong meja--ia bisa melihat sesosok burung yang akan sangat &lt;i&gt;jarang&lt;/i&gt; dilihatnya jika siang hari. Burung hantu. Segera saja, Vest meraih bukunya dan kembali duduk. "Paman, kakak, bibi. Look at!" teriaknya seraya menunjuk arah jendela rumah mereka yang ternyata dijadikan sasaran burung hantu itu mendarat. Paman Ren kaget akan kedatangan burung hantu itu. Mereka semua mendekati burung itu. Dan mengambil surat yang ada di genggaman burung hantu besar itu. Tertulis di depannya dari Wizarding School Hogwarts. Wake it! Paman Ren segera meraih surat itu, dan melihatnya. "Cassie! Cassie sayang! Bangun, nak!" ucap paman Ren keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;GUBRAKK!!&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak berapa lama, suara keras menghentikan perhatian semua orang yang ada di sana akan surat itu. "Oh--jangan lagi!" ucap kak Athena, kak Clorenzo, dan Vest berbarengan. Dalam sepersekian detik--mereka bisa melihat sesosok gadis berpiama serba biru keluar dari lorong kecil di rumah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lagi?" tanya Vest ragu-ragu. "Ya, aku terbangun karena teriakan paman Ren, dan kepalaku tertabrak pintu ketika berusaha menerobos pintu kamar. Mataku masih buram. Tapi--jangan khawatir, aku tidak apa. Seperti biasa." ucapnya ceria seraya memberikan senyum terbaiknya. "Kenapa paman memanggilku? Sarapan sudah mulai, ya!" tanyanya seraya mendekati paman Ren yang sedang berdiri mematung di depan jendela. "Tidak, nak. Lihat! Ini surat dari Hogwarts. Kau diterima disana!" tanya paman Ren antusias. Semua mendadak kaget setengah mati. Terutama Vest. "Hogg--apa, paman? Apa itu sekolah? Tapi--aku masih bersekolah di St. Maria, dan akan selesai sebentar lagi. Aku belum menjalani tes dimanapun." ucap Cassie bingung. "Bodoh! yang benar itu Hogwarts. Sekolah sihir nomor 1 di seluruh Inggris. Kau diterima disana! Sulit dipercaya. Orang sepertimu!" bentak Vest keras. "Sekolah sihir? di Inggris? Aku tak pernah dengar." balasnya bertambah bingung. "Sebaiknya kau baca ini, Cassie!" ucap kak Athena menyerahkan surat aneh yang berlambangkan huruf H besar dengan beberapa binatang di sekelilingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEKOLAH SIHIR HOGWARTS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala sekolah: Albus Dumbledore&lt;br /&gt;(Order of Merlin, Kelas Pertama, Penyihir Hebat, Kepala Penyihir, Konfederasi Sihir Internasional)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ms. Stoone yang baik, Dengan gembira kami mengabarkan bahwa kami menyediakan tempat untuk Anda di Sekolah Sihir Hogwarts. Terlampir daftar semua buku dan peralatan yang dibutuhkan. Tahun ajaran baru mulai 1 September. Hormat saya, Minerva McGonagall Wakil Kepala Sekolah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEKOLAH SIHIR HOGWARTS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seragam&lt;br /&gt;Siswa kelas satu memerlukan:&lt;br /&gt;1. Tiga setel jubah kerja sederhana (hitam)&lt;br /&gt;2. Satu topi kerucut (hitam) untuk dipakai setiap hari&lt;br /&gt;3. Sepasang sarung tangan pelindung (dari kulit naga atau sejenisnya)&lt;br /&gt;4. Satu mantel musim dingin (hitam, kancing perak)&lt;br /&gt;Tolong diperhatikan bahwa semua pakaian siswa harus ada label namanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku&lt;br /&gt;Semua siswa harus memiliki buku-buku berikut:&lt;br /&gt;Kitab Mantra Standar (Tingkat 1) oleh Miranda Goshawk&lt;br /&gt;Sejarah Sihir oleh Bathilda Bagshot&lt;br /&gt;Teori Ilmu Gaib oleh Adalbert Waffling&lt;br /&gt;Pengantar Transfigurasi Bagi Pemula oleh Emeric Switch&lt;br /&gt;Seribu Satu Tanaman Obat dan Jamur Gaib oleh Phyllida Spore&lt;br /&gt;Cairan dan Ramuan Ajaib oleh Arsenius Jigger&lt;br /&gt;Hewan-hewan Fantastis dan di Mana Mereka Bisa Ditemukan oleh Newt Scamander&lt;br /&gt;Kekuatan Gelap: Penuntun Perlindungan Diri oleh Quentin Trimble&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peralatan lain&lt;br /&gt;1 tongkat sihir&lt;br /&gt;1 kuali (bahan campuran timah putih-timah hitam, ukuran standar 2)&lt;br /&gt;1 set tabung kaca atau kristal&lt;br /&gt;1 teleskop&lt;br /&gt;1 set timbangan kuningan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siswa diizinkan membawa burung hantu ATAU kucing ATAU kodok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ORANGTUA DIINGATKAN BAHWA SISWA KELAS SATU BELUM BOLEH MEMILIKI SAPU SENDIRI &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa ini? Cassie masih tidak mengerti dengan surat ini. Memang--sebenarnya surat itu jelas sekali. Tapi--sekolah sihir? Buku-buku sihir? Sapu terbang? Apa itu semua? Cassie tak mengerti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku.Tidak.Mengerti." ucap Cassie singkat. Well. Tolong seseorang--jelaskan semua ini. "Cassie, sayang! Kau masih ingat dengan cerita yang pernah paman ceritakan mengenai Sekolah Sihir?--" tanya paman Ren baik. Cassie hanya mengangguk. "--nah, itu sebenarnya cerita paman. Cerita yang paman alami. Sekolah sihir itu ada. Dan--dari semua keluarga Stoone, kau yang diterima di Hogwarts. Athena dan Clorenzo tidak bisa karena beberapa alasan. Dan--tidak usah khawatir dengan St. Maria, sebentar lagi kau lulus sekolah di sana bukan? Jadi--kau mengerti." jelas Paman Ren seraya memegangi pundak gadis kecil itu. Cassie mengangguk tajam, dan kemudian memberikan senyum pada semuanya, pertanda ia mengerti dan sangat senang mendapatkannya--walaupun sebenarnya tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi--biar aku yang menemanimu belanja kebutuhanmu di Diagon Alley" ucap Clorenzo seraya memberikan senyum pada adiknya itu. Sekali lagi--Cassie tersenyum dan mengangguk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka semua kembali ke meja makan dan bersiap memulai sarapan. Gelang-gelang yang menghias manis di pergelangan tangannya tanpa sengaja--terjatuh. Ia membungkuk mencoba mengambil gelangnya, tapi---&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;JEDUGG&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepalanya terbentur ujung meja dan lagi--&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;GUBRAKK!!&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--ia terpeleset karena di bawah kursinya ternyata basah dan licin. "Aku tidak apa!" ucapnya seraya melirik semua orang yang sedang melongok ke arahnya. "AHAHAHAHA..." tawa seluruh isi rumah itu menggema. Yeah--ini masih hari yang biasa. Tentu saja.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/85927478594049325-7403722023238126735?l=nebula-andromeda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nebula-andromeda.blogspot.com/feeds/7403722023238126735/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nebula-andromeda.blogspot.com/2009/01/first-of-all-andromeda-adventure.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/85927478594049325/posts/default/7403722023238126735'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/85927478594049325/posts/default/7403722023238126735'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nebula-andromeda.blogspot.com/2009/01/first-of-all-andromeda-adventure.html' title='-first of all andromeda adventure'/><author><name>impossible'a world</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17675870529827124074</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_F9aH0woDyVw/Segp6j30JKI/AAAAAAAAAA0/6rHVbUnjTCU/S220/DSC00161.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-85927478594049325.post-7448125651681099121</id><published>2009-01-16T05:04:00.000-08:00</published><updated>2009-01-16T05:39:13.595-08:00</updated><title type='text'>So... what's going on in here??</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Ini sudah jam 10 malam. Dan--sepertinya, gadis berambut pirang-panjang pucat itu belum menunjukkan tanda-tanda kelelahan menonton &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;cartoon &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;yang sepertinya tidak akan ada habisnya. Well. Anak itu terbuat dari apa sih? Bloody hell.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;"Kau yakin belum ngantuk? Ini sudah jam 10, dan aku tahu--kau tidak pernah tidur selarut ini, err,, sebelumnya." ucapnya menahan kantuk.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;"Jam 10?" Aliana melirik jam perak yang tergantung di atas televisi keluarga Andromeda yang sejak tadi berisik mendentangkan--pertanda sudah tepat jam 10 malam. "--ah!? Benar. Aku harus tidur--tapi, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Let's go&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; belum habis. Sebentar lagi--&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Retsu &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;akan memenangkan pertandingan. Kau tahu &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Retsu &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;kan?" tambahnya panik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;"Aduhh~ Ya--aku tahu, tapi kau bisa habis kena marah orang tuamu kalau mereka tahu kau belum tidur jam segini. Lagipula--ada angin apa acara &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;tivi &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;itu tayang hingga selarut ini?" ucap Nebula kesal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;"Oh ya--Mom takkan senang dengan ini. Aku pernah membuat Mom memecahkan semua piringnya karena kesal padaku yang tak tidur walau sudah jam 9 malam. Tapi--waktu itu dewi Fortuna pasti sedang istirahat. Itu malam--" ucapnya terputus saat menyadari Nebula sudah tak ada lagi di dekatnya. Ahh--bocah 13 tahun itu sudah masuk kamar rupanya. "--sekarang, dewi Fortuna pasti..."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;"Wait! This.. from your Mom.. Kedengaran kurang baik." sela nya seraya menyerahkan telepon &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;wireless&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;nya kepada Aliana--khawatir.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Apa yang kau lakukan, Aliana!? Ini sudah pukul 10. Cepat tidur, atau...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span&gt;PRANGG!!!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;"Lakukan apa yang Mom katakan, sayang! Sudah 3 piring kesayangan Dad yang pecah. Dan--akan jadi yang ke-4, jika kau tak segera tidur!!"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Ia bisa menjamin satu hal. Telepon dari orang tuanya itu tidak membawa kabar-baik, dan sepertinya--lagi-lagi, dewi Fortuna sedang tidur. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Kasihan anak itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;"Aku lakukan.. Aku tidur sekarang. Bye, Mom! Bye, Dad! See you next morning! Have a nice dream!" ucap Aliana buru-buru. Segera saja gadis itu berlari mendekati televisi 29" yang terpampang di depan mereka sesaat lalu, menekan tombol "Power" untuk mematikan televisi. Ia beranjak naik ke kamar Nicole untuk segera pergi tidur. Teleponnya dibiarkan tergeletak di atas &lt;span style="font-style: italic;"&gt;carpet &lt;/span&gt;biru-tua di ruang keluarga mereka. Pemuda itu hanya menggeleng kepala melihat aksi sahabat kecilnya itu. Tanpa mempedulikan banyak hal. Ia langsung terlelap di dalam tidurnya. Tidur yang sebenarnya takkan pernah ia harapkan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;Gadis itu mendekatinya. Tersenyum padanya. Dan--tak mempedulikan suara-suara yang berteriak memanggilnya--di belakangnya. Pemuda yang dihampiri itu hanya diam. Mematung tak bergerak. Wajahnya yang dipenuhi bintik-bintik merah itu mulai memucat. Dingin. Sedangkan gadis itu--mendekatinya. Menyentuh wajahnya. Dan mengangkat kepalanya secara paksa--&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;"Kau punya segalanya... Dan--sekarang kau juga mempunyainya jika kau bicara tidak. Jadi..." &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;"Sudah kukatakan sebelumnya. Aku tidak akan merubah keputusanku. Never." ucap pemuda itu parah. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;"Kau takkan bisa bertemu sobatmu lagi, kalau kau tak merubah jawabanmu..." ucap gadis itu dingin. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;"Aku tidak akan kehilangan siapa-siapa. Jadi--kau tak punya wewenang untuk merubah keputusanku." teriak anak itu kasar, mencoba melepaskan diri dari cengkraman gadis berparas dingin itu. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:arial;" &gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 255);"&gt;"Kau akan merubahnya!! Atau--kau benar-benar MATI!" paksa gadis itu membuat sedikit luka di leher pemuda 13 tahun itu. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;*** &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Lagi--mimpi bodoh itu! Sebenarnya apa yang terjadi dengannya? Siapa gadis itu? Dan--kenapa gadis itu membawa kata 'sobat'. Tidak seperti mimpinya yang sebelumnya. Bocah Andromeda itu takkan suka ini. Apa mimpi itu akan menghantuinya? Kuharap, TIDAK.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/85927478594049325-7448125651681099121?l=nebula-andromeda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nebula-andromeda.blogspot.com/feeds/7448125651681099121/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nebula-andromeda.blogspot.com/2009/01/so-whats-going-on-in-here.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/85927478594049325/posts/default/7448125651681099121'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/85927478594049325/posts/default/7448125651681099121'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nebula-andromeda.blogspot.com/2009/01/so-whats-going-on-in-here.html' title='So... what&apos;s going on in here??'/><author><name>impossible'a world</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17675870529827124074</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_F9aH0woDyVw/Segp6j30JKI/AAAAAAAAAA0/6rHVbUnjTCU/S220/DSC00161.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-85927478594049325.post-6277993311574158733</id><published>2009-01-15T03:35:00.000-08:00</published><updated>2009-01-15T04:14:35.743-08:00</updated><title type='text'>Just be around me?</title><content type='html'>"Jadi, biar kuperjelas. Kau bermimpi memperebutkan sesuatu yang tidak-tahu apa dan kemudian kau diancam dibunuh, jika kau tidak merubah jawabanmu, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;begitu&lt;/span&gt;?" tanyanya seraya kemudian-meminum cokelat panasnya pelan.&lt;br /&gt;"Yeah--kurang lebih. Sebenarnya bukan memperebutkan, tapi--kau tahu pertanyaan yang dijawab dengan 'ya-dan tidak'. Aku menjawab tidak--dan orang itu memaksa." jelasnya seraya kembali memasukkan tangannya ke dalam kantung &lt;span style="font-style: italic;"&gt;firenzo chips&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;"Umm--oke! Apalah itu. Dan--kau tak tahu siapa "wanita" yang mengancammu?"&lt;br /&gt;"Tidak! Wajahnya pucat, dingin, tapi manis. Aku rasanya pernah melihat wanita itu.. eng--" ucapnya seraya memutar otaknya.&lt;br /&gt;"Aku hanya bisa pastikan dua hal.--" balasnya dengan meletakkan cangkir cokelatnya ke atas meja dan menegakkan punggungnya, menatap sobatnya itu. "--satu, itu hanya mimpi, dan berdoa saja tidak akan terjadi.--"&lt;br /&gt;"Lalu, kedua?" tambahnya tak sabaran.&lt;br /&gt;"--dua, dewi fortuna pasti marah padamu karena kau tak mempercayai keberadaannya, karenanya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;beliau &lt;/span&gt;memberimu mimpi buruk." ucap Aliana seraya kemudian menepuk pundak Nebula--pelan.&lt;br /&gt;"Ohh--bisa tidak kau berhenti menyangkut-pautkan dewi Foertuna dalam segala hal? Ini mimpi." balas pemuda itu seraya melepas tangan gadis di depannya sedikit kasar.&lt;br /&gt;Aliana hanya diam dan mengedipkan kedua matanya--bingung. Gadis itu memang selalu terkena sial dan juga selalu menganggap Fortuna itu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;real. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ini sudah sore. Tidak terasa waktu akan berjalan secepat ini. Padahal--tadi, terakhir kali ia melirik jam perak bundar di atas televisinya, jarum jam pendek masih menunjuk ke arah angka 9. Sedangkan ini--jarum pendek itu sudah bertengger bersebelahan dengan jarum yang lebih panjang, dan membuat kurung atas di angka 6. Ia juga baru menyadari kalau sudah banyak kantung makanan yang ber&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ceceran &lt;/span&gt;di sekelilingnya. Kotor. Beginilah kalau tidak ada wanita dalam rumah. Aliana? Masih menganggap Aliana wanita dengan segala kesialannya? Ia bahkan mengalami kesialan berturut-turut yang mungkin seorang pria-pun takkan sanggup mengalaminya. Mau tahu apa istimewanya? Wanita itu selalu BAIK-BAIK saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sudah sore, kau mau menginap?" tanyanya seraya mengumpulkan semua kantung kosong di dekatnya.&lt;br /&gt;"Ah--iya. Aku mau pulang saja. Tapi-masih hujan--" jawabnya dengan melongok ke luar jendela.&lt;br /&gt;"--sepertinya dewi Fortuna tak mengizinkanku pulang sekarang!" ucap mereka berbarengan.&lt;br /&gt;Aliana melihatnya bingung sedangkan dirinya merasa sedikit kesal akan ucapan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan seakan tak mau berhenti karena tak kunjung mereda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku menginap disini aja, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ya!&lt;/span&gt;" pinta Aliana seraya mengintip ke luar jendela. "--paman dan bibi pulang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kan?&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;"Mereka tidak pulang hari ini. Bukankah sudah kubilang, mereka pergi selama 5 hari. Ya sudah, tidur di kamar kakak, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ya!" &lt;/span&gt;ucapnya seraya menutup semua tirai yang panjang menutup jendela.&lt;br /&gt;"Hah!? Ya.. udah deh." balasnya seraya kemudian berlari ke kamar kakak perempuan Nebula itu. Huff-- &lt;span style="font-style: italic;"&gt;she just be around me. Thanks god! &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/85927478594049325-6277993311574158733?l=nebula-andromeda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nebula-andromeda.blogspot.com/feeds/6277993311574158733/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nebula-andromeda.blogspot.com/2009/01/just-be-around-me.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/85927478594049325/posts/default/6277993311574158733'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/85927478594049325/posts/default/6277993311574158733'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nebula-andromeda.blogspot.com/2009/01/just-be-around-me.html' title='Just be around me?'/><author><name>impossible'a world</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17675870529827124074</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_F9aH0woDyVw/Segp6j30JKI/AAAAAAAAAA0/6rHVbUnjTCU/S220/DSC00161.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-85927478594049325.post-8242714981515326773</id><published>2009-01-14T01:47:00.000-08:00</published><updated>2009-01-14T02:37:57.569-08:00</updated><title type='text'>Nebula's day...</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Kubilang tidak!"&lt;br /&gt;"Harus ya. Atau kau akan..."&lt;br /&gt;"--sekali kubilang tidak, tetap tidak!! Tak ada alasan untuk mengubahnya."&lt;br /&gt;"Kau harus mengubah jawabanmu tadi. Atau kau... kubunuh!"&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Huff--&lt;br /&gt;Bad dream...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;..really bad dream. Entah apa yang mereka perebutkan tapi, ujung-ujungnya.. seorang wanita berparas pucat dan manis--yang tentu saja tak dikenal--menodongkan pelatuk pistol, kalau tak salah namanya--tokalev, ke pelipis pemuda 13 tahun ini. Nebula merasa pernah mengenalnya. Hanya saja.. aku tak tahu siapa dia. Kau tahu namanya kan? &lt;span style="font-style: italic;"&gt;deja vu. &lt;/span&gt;Memang--tak bisa kupungkiri kalau aku pernah atau bahkan sering mengalami &lt;span style="font-style: italic;"&gt;deja vu, &lt;/span&gt;tapi yang ini berbeda. Ini sudah mimpi ke sekian kalinya. Kau tahu, seperti cerita bersambung.. Kira-kira ini sudah episode ke 15-kalau ia tak salah hitung. Pemuda 13 tahun itu tentu saja akan menceritakan hal ini kepada sang sahabat, Alania--gadis berusia sama dengannya yang selalu dilanda kesialan tak terduga--. Aliana pendengar yang baik. Ia sudah mengenal Aliana sebaik keluarganya mengenal gadis itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi ini mungkin cerah kalau-kalau tak ada air yang jatuh dari langit selama berjam-jam. Hujan. Niatnya untuk mengunjungi atau sebut sajalah--bermain dengan Aliana pun pupus. Mungkin ia harus menunggu selama beberapa jam hingga hujan turun. Tapi, kenyataannya...tidak. Sesosok gadis masuk ke dalam rumahnya dengan menenteng sebuah payung berwarna merah-pucat yang sudah basah dan sepasang sandal yang talinya putus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lagi, eh?" tanyanya seraya menghadang gadis itu di pintunya.&lt;br /&gt;"Yeah--kau tahu.. Kupikir dewi Fortuna akan tersedak &lt;span style="font-style: italic;"&gt;cemilan&lt;/span&gt;nya dan kemudian tersadar kalau salah satu pengagumnya sedang menerobos hujan. Like me." jawabnya seraya meletakkan sandalnya di tepi teras dan menyandarkan payungnya yang basah di dekat mobil Porsche 911 hitam itu. "--tapi, sepertinya dewi Fortuna masih sangat menjaga cara makannya, sekalipun itu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;cemilan, &lt;/span&gt;dan berusaha takkan tersedak."&lt;br /&gt;"Konyol kau! sudahlah. Ayo masuk!" ucapnya seraya menarik tangan kanan Aliana--satu-satunya bagian tubuh Aliana yang tidak basah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebetulan--rumah Nebula sepi. Hanya ada dirinya--dan sekarang ada Aliana disana. Orang tua Nebula sudah lebih dari 1 bulan ini pergi ke Hog's Head--salah satu desa yang ada di kawasan Brooklyn. Dirinya dan gadis berambut cokelat-kemerahan itu sudah seperti saudara. Hingga tak ada lagi rasa kaku atau tegang saat mereka berkunjung ke salah satu rumah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku minta cokelat panas, ya!" teriak Aliana dari dapur yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kentara &lt;/span&gt;sekali sedang menahan dingin yang sudah melanda badan mungil gadis itu.&lt;br /&gt;"Bikin saja, sendiri. Ahh--tempat gula, kemarin kupindah ke &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tupperware &lt;/span&gt;dengan tutup hijau tua yang ada dalam lemari. Kupikir disana lebih bagus." jawab Nebula balas teriak. Seperti di hutan saja. Pakai teriak-teriak segala. Pikirlah, ini i dirumah, dan rumah pemuda itu memang besar tapi--tak bisa dibilang sebanding dengan istana. Rumahnya hanya berada 1 km dari rumah Aliana. Mereka berteman sejak berumur 8 tahun. Dan--perbedaan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;gender &lt;/span&gt;tak membuat perselisihan yang berarti ada pada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara televisi 29' menggelegar seisi rumah. Pemuda &lt;span style="font-style: italic;"&gt;belasteran &lt;/span&gt;Amerika-Jerman itu bersandar pada sofanya seraya memakan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;potato chips: Firenzoe chips &lt;/span&gt;kesukaannya. Dan itu--rasa sandwich + lada hitam. Hmm--kemana Aliana? Lama sekali bikin cokelat panasnya. Ah-iya, Nebula juga mempunyai kakak perempuan bernama Nicole. Nicole berumur 19 tahun dan sekarang sedang kuliah di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oxford University.&lt;/span&gt; Jadi, sampai kuliahnya selesai, kakaknya itu takkan pulang ke rumah. Lagipula--kakak perempuannya itu menyebalkan. Dan--ada lagi. Norbert, kakak laki-lakinya. Dia berumur 16 tahun, dan sekarang sedang kerja sambilan seusai sekolah. Kakak laki-lakinya pintar dan tentu saja punya kemauan. Ia pekerja keras. Sangat berbeda dengan dirinya yang seorang pemalas dan sering tidur. Sedangkan kakak perempuannya, Nicole, dia sangat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;feminin &lt;/span&gt;dan cantik, dan juga pintar tentunya--seluruh keluarga mereka pintar. Keturunan ayah dan ibu mereka yang seorang ilmuwan dan dokter. Nicole mahir memainkan alat musik dan unggul dengan suaranya yang bagus. Dia bisa jadi musisi kalau dia mau. Sayangnya, dia &lt;span style="font-style: italic;"&gt;malah &lt;/span&gt;memilih untuk menjadi seorang Ahli grafis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang tak beres dengan betapa lamanya Aliana di dapur. Kenapa dia? Tanpa suara. Pemuda bermata Hazel itupun beranjak bangun dari sandarannya dan pergi ke dapur. Mengambil minum  sekaligus mencari tahu alasan Aliana &lt;span style="font-style: italic;"&gt;betah &lt;/span&gt;di dapur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aliana, lama sekali, kau?" tanyanya setelah menghabiskan satu gelas air-putih yang diambilnya.&lt;br /&gt;"Kau harus tahu.. Aku sudah berkali-kali membuat cokelat hangat, tapi--rasanya selalu aneh. Asin. Ini, biar kau coba!" ucap Aliana bingung.&lt;br /&gt;Pemuda itu mengernyitkan alisnya. Bingung. Ia meletakkan gelas kosong yang ada di tangannya dan meraih gelas berisi cairan berwarna cokelat pekat yang juga beruap. Ia meminum cairan yang ada di dalam gelas itu, dan...&lt;br /&gt;"--yaks! Kau tidak menambah gula? Biasanya kau melakukannya. Dan--kau sudah ganti selera, ya. Sekarang kau membuat cokelat dengan tambahan garam?" tanyanya seraya menahan tawa.&lt;br /&gt;"Aku tidak menambahkan garam. Kau bilang gulanya ada di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tupperware &lt;/span&gt;tutup hijau yang ada di dalam lemari. Aku memasukkan apa yang ada di dalamnya ke cokelat panas-ku." ucapnya seraya mengambil &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tupperware &lt;/span&gt;yang dimaksud. Nebula mengambilnya dan membukanya. Itu benar tupperware yang ia maksudkan, tapi, kenapa isinya jadi garam? Siapa yang menukarnya?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/85927478594049325-8242714981515326773?l=nebula-andromeda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nebula-andromeda.blogspot.com/feeds/8242714981515326773/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nebula-andromeda.blogspot.com/2009/01/001-nebulas-dream.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/85927478594049325/posts/default/8242714981515326773'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/85927478594049325/posts/default/8242714981515326773'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nebula-andromeda.blogspot.com/2009/01/001-nebulas-dream.html' title='Nebula&apos;s day...'/><author><name>impossible'a world</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17675870529827124074</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_F9aH0woDyVw/Segp6j30JKI/AAAAAAAAAA0/6rHVbUnjTCU/S220/DSC00161.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-85927478594049325.post-8594215551678907932</id><published>2009-01-14T00:30:00.000-08:00</published><updated>2009-01-14T00:32:19.115-08:00</updated><title type='text'>Just me?</title><content type='html'>Hello, All!!&lt;br /&gt;Welcome to my world.&lt;br /&gt;Nikmati perjalanan mimpimu selagi sadar, karena tidak setiap hari kau mendapatkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enjoyed your heart.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/85927478594049325-8594215551678907932?l=nebula-andromeda.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nebula-andromeda.blogspot.com/feeds/8594215551678907932/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nebula-andromeda.blogspot.com/2009/01/just-me.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/85927478594049325/posts/default/8594215551678907932'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/85927478594049325/posts/default/8594215551678907932'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nebula-andromeda.blogspot.com/2009/01/just-me.html' title='Just me?'/><author><name>impossible'a world</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17675870529827124074</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_F9aH0woDyVw/Segp6j30JKI/AAAAAAAAAA0/6rHVbUnjTCU/S220/DSC00161.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
